PGP-Angk2-Kabupaten Kebumen-Nita Rulianah-1.4-Aksi Nyata
- PGP-Angk2-Kabupaten Kebumen-Nita
Rulianah-1.4-Aksi Nyata
1.4.a.10.1 Aksi
Nyata - Budaya Positif
A. LATAR BELAKANG
Menurut Ki Hadjar Dewantara pendidikan
adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak,
agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang
selaras dengan alam dan masyarakat. Adapun maksudnya pendidikan adalah menuntun
segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan
anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Tujuan pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah menuntun segala
kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota
masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik hanya dapat menuntun tumbuh
atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat
memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup dan tumbuhnya kekuatan
kodrat anak.
Dalam proses ‘menuntun’ anak diberi
kebebasan namun pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan arahan
agar anak tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya. Seorang ‘pamong’
dapat memberikan ‘tuntunan’ agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam
belajar.
Pada era pandemic saat ini, untuk
mencegah penularan maupun penyebaran virus covid-19
maka pembelajaran dilaksanakan secara daring/ online. Jarangnya atau malah tidak pernah tatap muka langsung
menyebabkan guru terkendala dalam memberi arahan maupun tuntunan,baik pada
materi pembelajaran maupun perilaku anak.
Pembelajaran jarak jauh telah
berlangsung setahun lebih meski dengan berbagai kendala. Selain karena
keterbatasan kuota maupun perangkat Hp, kurangnya kesadaran diri dan motivasi
dari luar siswa juga berperan pada kurang disiplinnya siswa. Adanya kurang
disiplin siswa juga berpengaruh pada keaktifan siswa pada proses pembelajaran,
baik sinkron maupun asinkron.
B. DESKRIPSI AKSI NYATA
Melihat
kondisi pembelajaran jarak jauh yang kurang aktif serta siswa yang kurang
disiplin maka akan diterapkan budaya positif yang bertujuan untuk:
1.
Menumbuhkan
disiplin siswa dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ)
2.
Meningkatkan
keaktifan siswa dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ)
Aksi nyata dilaksanakan melalui tahapan
berikut:
1.
Membuat
kesepakatan kelas
Pada
dasarnya, guru biasa menyampaikan harapan dan ketentuan agar pembelajaran dapat
berjalan dengan kondusif dan tercapai tujuan yang ditentukan. Akan tetapi, harapan
dan ketentuan ini terkesan satu arah dan siswa sebagai objeknya. Untuk mencapai
tujuan dari aksi nyata, maka guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan harapan-harapannya. Baik harapan mengenai proses pembelajaran
maupun langkah yang akan diambil dalam mewujudkan harapan-harapannya. Selain
itu, guru juga mengajak siswa untuk membuat kesepakatan tentang budaya positif
yang akan dikembangkan di kelas. Budaya posititf tersebut kemudian menjadi cri
khas dari kelas tersebut.
2.
Siswa
mencatat kesepakatan kelas di buku tulis, ditanda tangani siswa dan orang tua
Setelah
mencapai kesepakatan serta budaya positif yang akan dikembangkan di kelas,
siswa kemudian mencatatnya di buku tulis serta membubuhkan tanda tanga dan
diketahui oleh orang tuanya yang ditandai dengan tanda tangan orang tua.
Langkah ini bertujuan agar orang tua turut berperan dalam pelaksanaan
kesepakatan kelas termasuk budaya positif.
3.
Guru
membuat buku catatan kedisiplinan siswa
Selain mengisi jurnal
pembelajaran, guru juga menyiapkan sebuah buku catatan untuk menuliskan tentang
kehadiran siswa, keaktifan selama pembelajaran maupun pengumpulan tugas siswa. Melalui
buku tersebut, maka dapat dipantau tentang kedisiplinan maupun keaktifan siswa
pada pembelajaran jarak jauh (PJJ).
4.
Guru
mencatat kedisiplinan serta keaktifan siswa dalam mengikuti PJJ maupun
mengumpulkan tugas
Setiap
kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guru menuliskan tentang kehadiran siswa,
keaktifan selama pembelajaran maupun pengumpulan tugas siswa.
5.
Guru
dan siswa melakukan refleksi atas kesepakatan yang telah disusun dan
dijalankan.
Setiap
akhir pekan, guru menyampaikan catatan tentang kehadiran, keaktifan maupun
pengumpulan tugas siswa. Dari rekap tersebut kemudian guru dan siswa melakukan
refleksi.
C. HASIL DARI AKSI NYATA YANG
DILAKUKAN
1.
Kesepakatan
Kelas
a.
Kelas
XII MIPA
Kesepakatan kelas dengan siswa kelas XII dibuat
dengan perwakilan siswa dari masing-masing kelas. Hal ini karena pada saat itu
siswa sedang lbur semester dan keterbatasan kuota sehingga siswa menghendaki
perwakilan kelas saja.
Tindakan yang dilakukan
CGP adalah menyampaikan tentang program guru penggerak yang sedang diikuti
kepada perwakilan kelas. Kemudian CGP memaparkan tentang budaya positif serta
kaitannya dengan pentingnya membuat kesepakatan kelas. Pada awalnya siswa
kurang paham tentang kesepakatan kelas. Setelah dijelaskan, siswa mengaku sudah
biasa membuat kesepakatan terutama dengan wali kelas meskipun tidak tertulis.
Selanjutnya, CGP
menanyakan kelas impian kepada perwakilan siswa. Tiap siswa dengan antusias
mengajukan kelas impiannya. Dari berbagai kelas impian siswa, kemudian disepakati
satu kelas impian bersama. Guru kemudian meminta siswa mengajukan ide untuk
mencapai kelas impiannya. Berbagai ide muncul dari siswa, kemudian siswa
menyusun kesepakatan kelas. Guru memberi arahan bagaimana pelaksanaan
kesepakatan kelas serta evaluasi yang akan dilaksanakan terhadap kesepakatan
kelas.
Setelah kesepakatan kelas di share ke grup Whatsapp,
siswa merespon dengan baik dan akan berusaha menjalankan dengan baik.
Pada awal pembelajaran
tahun pelajaran 2021/2022, guru mengajak siswa untuk mengingat kembali
kesepakatan kelas yang telah dibuat. Setelah itu siswa diminta menuliskannya di
buku tulis dan menandatangani diketahui oelah orang tua.
Berikut kesepakatan kelas XII MIPA
|
NO |
KELAS |
KESEPAKATAN KELAS DAN BUDAYA POSITIF |
|
|
1 |
XII MIPA 1 |
Kesepakatan kelas XII
MIPA 1 1. Tugas per bab dan
dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah ditugaskan 2. Absensi diberi waktu
10 menit 3. Komunikasi ke guru
jika ada kendala 4. Budaya positif yang
dikembangkan RIANG yaitu R- rajin mengikuti
pembelajaran dan mengerjakan tugas/penilaian I - ingin tahu A - aktif dalam setiap
kegiatan N - Nilai di atas KKM G - Gunakan kesempatan
sebaik mungkin |
|
|
2 |
XII MIPA 2 |
Kesepakatan kelas kelas
XII MIPA 2 yaitu 1. Tugas per bab dan
dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah ditugaskan 2. Absensi diberi waktu
10 menit 3. Komunikasi ke guru
jika ada kendala 4. budaya positif yang akan dilakukan ASIK A : Aktif selalu
merespon pertanyaan dari guru S : Semangat
mengerjakan dan mengumpulkan tugas I : Imajinatif berani
mengutarakan pendapat K : Kompak selalu siap
mengerjakan tugas kelompok Kemudian beberapa hal
yang harus dilakukan yaitu : 1. |
|
|
3 |
XII MIPA 3 |
Budaya positif yang
akan dilakukan di kelas XII MIPA 3 yaitu 1. Tugas per bab dan
dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah ditugaskan 2. Absensi diberi waktu
10 menit 3. Komunikasi ke guru
jika ada kendala 4. Budaya positif di
Kelas XII MIPA 3 adalah CERIA ~ Cerdas dalam
menyelesaikan tugas-tugasnya ~ Edify tujuan
hidupnya. ~ Riang dan Ramah
orang-orangnya dengan sesama ~ Integritas salah satu
sifatnya. ~ Aktif, Asik cara
belajarnya. |
|
b.
Kelas
XI MIPA
CGP sebagai pengampu maple Kimia kelas
XI dan XII MIPA belum pernah bertatap muka langsung dengan siswa kelas XI MIPA
tahun pelajaran 2021/2022. Awalnya pembuatan kesepakatan kelas dilaksanakan
secara asinkron melalui google classroom. Tetapi karena kekurangaktifan siswa
maka pembuatan kesepakatan kelas dilaksanakan secara sinkron melalui google
meet.
Melalui google meet, guru dan siswa berkenalan. Kemudian
guru menyampaikan
tentang program guru penggerak yang sedang diikuti dan memaparkan tentang
budaya positif serta kaitannya dengan pentingnya membuat kesepakatan kelas.
Selanjutnya, CGP
menanyakan kelas impian kepada perwakilan siswa. Tiap siswa dengan antusias
mengajukan kelas impiannya. Dari berbagai kelas impian siswa, kemudian
disepakati satu kelas impian bersama. Guru kemudian meminta siswa mengajukan
ide untuk mencapai kelas impiannya. Berbagai ide muncul dari siswa, kemudian
siswa menyusun kesepakatan kelas. Guru memberi arahan bagaimana pelaksanaan
kesepakatan kelas serta evaluasi yang akan dilaksanakan terhadap kesepakatan
kelas.
Setelah itu siswa diminta
menuliskannya di buku tulis dan menandatangani diketahui oelah orang tua dan
mengunggahnya di google classroom.
Berikut kesepakatan kelas XI MIPA
|
NO |
KELAS |
KESEPAKATAN KELAS DAN BUDAYA POSITIF |
|
|
1 |
XI MIPA 1 |
Kesepakatan kelas XI
MIPA 1 1. Tugas per bab dan
dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah ditugaskan 2. Absensi diberi waktu
10 menit 3. Komunikasi ke guru
jika ada kendala 4. Budaya positif yang
dikembangkan XI MIPA 1 adalah SMART |
|
|
2 |
XI MIPA 2 |
Kesepakatan kelas kelas
XI MIPA 2 yaitu 1. Tugas per bab dan
dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah ditugaskan 2. Absensi diberi waktu
10 menit 3. Komunikasi ke guru
jika ada kendala 4. budaya positif yang akan dilakukan CERDAS : |
|
|
3 |
XII MIPA 3 |
Budaya positif yang
akan dilakukan di kelas XII MIPA 3 yaitu 1. Tugas per bab dan
dikumpulkan maksimal 1 minggu setelah ditugaskan 2. Absensi diberi waktu
10 menit 3. Komunikasi ke guru
jika ada kendala 4. Budaya positif di Kelas XII MIPA 3 adalah BRAVO B= Baik dan sopan
R = Rajin mengikuti pembelajaran dan
mengumpulkan tugas A=Aktif di setiap kegiatan
V = very smart O = Objektif
|
|
2. Buku Catatan Kedisiplinan
Buku catatan ini merupakan buku yang berisi kehadiran
siswa, keaktifan saat pembelajaran maupun kedisilinan dalam mengumpulkan tugas.
Buku ini diisi setiap waktu pembelajaran agar bisa menggambarkan keaktifsn
msupun kedisiplinan siswa. Meskipun buku ini terkesan sederhana, tetapi berisi
data penting yang akan di refleksi oleh guru dan siswa.
3. Rekap keaktifan dan kedisiplinan siswa
Rekap dilakukan selama 2
minggu atau 4 pertemuan kegiatan pembelajaran yaitu tanggal 12 hingga 23 Juli
2021 dan di share ke siswa agar menjadi perhatian dan menumbuhkan motivasi bagi
siswa. Untuk rekap kehadiran, kedisiplinan maupun keaktifan yang di share ke
siswa ada di dokumen. Sedangkan rekap secara global sebagai berikut.
a. Kehadiran siswa
Kehadiran siswa kelas XI MIPA mengalami peningkatan.
Pada
awalnya, siswa masih dalam tahap adaptasi baik dengan guru maupun pelajaran.
Setelah diadakan kesepakatan kelas, siswa mulai memiliki kesadaran diri untuk
mengikuti pembelajaran jarak jauh maupun aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Untuk
kelas XI MIPA 3 pada pertemuan ke 2 hanya 50%, hal ini bisa dipahami karena
pertemuan ke-2 merupakan pembelajaran sinkron menggunakan google meet. Para
siswa yang tidak bisa mengikuti google meet pada umumnya terkendala oleh kuota
internet.
Kehadiran
siswa kelas XII MIPA mengalami fluktuasi.
Sebagai
seorang pamong, guru tak lelah untuk menghubungi siswa yang belum aktif PJJ
agar segera masuk ke kelas Kimia di google
classroom. Berbagai kendala menjadi penyebab siswa kurang aktif meski telah
masuk GC. Beberapa di antaranya adalah kurangnya motivasi serta kendala kuota.
Namun sebenarnya siswa kelas XII yang aktif PJJ mengalami peningkatan
disbanding ketika kelas XI. Hal ini terjadi karena pada saat kelas XI mereka
terkendala ketiadaan Hp dan ketika kelas XII sudah memiliki Hp yang memadai
untuk PJJ.
b. Keaktifan siswa
Sedangkan siswa kelas XII sudah lebih aktif daripada kelas
XI. Hal ini karena mereka berupaya untuk mentaati kesepakatan kelas yang telah
dibuat.
c. Pengumpulan tugas
Kesepakatan kelas memang merupakan hal baru sehingga masih ada siswa yang “kaget” dan belum mengumpulkan foto kesepakatan kelas yang telah ditanda tangai. Meskipun demikian, sebagian besar siswa merasa antusias terhadap kesepakatan kelas dan berharap agar bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.
4.
Refleksi
Guru dan Siswa
Guru
menyampaikan daftar kehadiran, keaktifan, tugas serta nilai keterampilan siswa
setiap pertemuan. Berikut refleksi siswa setelah mencermati daftar tersebut:
a.
Siswa
menyadari untuk absen tepat waktu
b.
Siswa
menyadari perlunya meningkatkan keaktifan pada PJJ melalui menjawab salam,
merespon pembahasan materi, tanya jawab maupun soal latihan.
c.
Guru
perlu melakukan pendekatan pada siswa yang tidak hadir PJJ
d.
Guru
perlu melakukan pendekatan pada siswa yang belum masuk google classroom
e.
Guru
perlu melakukan pendekatan pada siswa yang belum mengerjakan tugas misalnya
dengan menghubungi orang tua/wali siswa
D. PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI
PELAKSANAAN (KEGAGALAN, KEBERHASILAN, DAN HAL-HAL YANG TIDAK SESUAI DENGAN
RANCANGAN AKSI NYATA)
Banyak hal yang CGP peroleh dari
penerapan budaya positif kedisiplinan dan keaktifan siswa yaitu:
1.
Siswa
sebagai actor utama pembelajaran harus didengar harapan maupun idenya dalam
mencapai tujuan pembelajaran
Sebagian besar siswa berharap agar
pembelajaran kimia tidak hanya teori maupun hitungan, siswa ingin melakukan
praktik meskipun sederhana. Selain itu, siswa juga berharap agar tugas tidak
terlalu banyak dan diberi tenggang waktu pengumpulan. Sebagian besar siswa juga
berharap di tahun pelajaran 2021/2022 lebih baik nilainya.
Guru kemudian mengapresiasi harapan
maupun ide siswa. Dengan mengapresiasi ide siswa, diharapkan siswa memiliki
semangat belajar yang lebih besar serta berbahagia. Jika siswa bahagia
diharapkan kesadaran diri siswa akan tumbuh dan budaya positif yang telah
disepakati dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
2.
Kedisiplinan
dan Keaktifan PJJ
Kedisiplinan siswa dilihat dari
kehadiran serta pengumpulan kesepakatan kelas. Selama pembelajaran 2
pekan,masih ada siswa yang belum hadir PJJ tepat waktu. Selain itu, beberapa
siswa juga belum mengumpulkan kesepakatan kelas. Guru perlu memotivasi siswa
yang mampu secara kuota agar hadir tepat waktu. Sedangkan bagi siswa yang
terkendala kuota/ Hp, diberi motivasi agar berkomunikasi dengan guru serta
melaksanakan pembelajaran ketika kendala telah teratasi.
Keaktifan siswa disimpulkan dari
menjawab salam, berpartisipasi pada pembahasan materi, tanya jawab maupun
ketika pembahasan soal. Masih ada siswa yang kurang merespon dengan baik
terutama ketika pembahasan soal. Ketika ditelusuri, siswa merasa bingung, namun
ketika diminta untuk bertanya apa yang belum dipahami juga tidak bisa
menyampaikan. Guru membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa yang mau
bertanya melalui komunikasi pribadi. Selain itu juga memotivasi siswa agar
percaya diri untuk memberi respon.
3.
Pengumpulan
kesepakatan kelas
Masih
ada siswa yang belum mengumpulkan kesepakatan kelas meskipun guru sudah
menghubungi siswa. Menghadapi hal ini, maka guru harus tetap menjalin
komunikasi dengan siswa-siswa tersebut dan tak lelah memberikan motivasi
pentingnya pelaksanaan budaya positif.
4.
Kerjasama
guru dan orang tua/wali siswa
Penerapan
disiplin dan keaktifan siswa pada PJJ tidak bisa hanya dilakukan oleh guru,
melainkan perlu kerjasama antara guru dan orang tua/wali siswa. Oleh karena
itu, guru meminta siswa untuk mencatat kesepakatan kelas kemudian ditanda
tangani oleh siswa dan orang tua. Hal ini dilakukan dengan harapan agar orang
tua/wali turut serta memotivasi dan mengingatkan putra/putrinya untuk
menerapkan kesepakatan kelas yang telah dibuat.
E. RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI
MASA MENDATANG
Pelaksanaan
aksi nyata menumbuhkan kedisiplinan dan keaktifan siswa pada PJJ sudah berjalan
meski masih belum terlaksana secara optimal. Perbaikan yang perlu dilakukan
adalah guru lebih intensif melakukan komunikasi dengan siswa agar terjalin
kedekatan antara guru dan siswa. Kedekatan yang tercipta akan membuat siswa
merasa nyaman sehingga mau mengungkapkan kendala yang dihadapi. Dengan
mengetahui kendala yang dihadapi, maka guru bisa berempati dan memberikan
motivasi bagi siswa.
Apabila siswa
terkendala kuota maka guru memberi kesempatan pada siswa untuk bertemu di
sekolah tentunya dengan menerapkan prokes. Pertemuan dengan siswa digunakan
untuk menggali kendala yang dialami serta memberikan motivasi.
Guru juga
perlu meningkatkan kerjasama dengan orang tua/wali siswa. Hal ini sangat
penting mengingat orang tua/wali siswa lah yang bisa mengawasi siswa pada saat
kegiatan PJJ. Selain itu, orang tua/wali siswa sebagai fasilitator/ motivator
siswa agar menerapkan kesepakatan kelas yang telah dibuat.
Melalui langkah-langkah
di atas, diharapkan kedisiplinan siswa serta keaktifan siswa pada pembelajaran
jarak jauh (PJJ) lebih optimal dan berjalan dengan penuh kesadaran diri dari
siswa.
F. DOKUMENTASI PROSES DAN HASIL
PELAKSANAAN BERUPA FOTO-FOTO BERIKUT CAPTION/NARASI SINGKAT NYA.

















Comments
Post a Comment