AKSI
NYATA MODUL 3.1
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN
Oleh
Nita Rulianah CGP Angkatan 2
SMA Negeri 1 Mirit, Kab. Kebumen, Jawa Tengah
Pendamping Praktik
: Bambang Cahyono,S.Sn.,M.Pd.
Fasilitator
:
Suhartutik,S.Pd., M.Pd.
A. PERISTIWA (FACT)
1.
Latar
Belakang
Berdasarkan Keputusan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah
IX Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Nomor : 420 / 2616 / IX
/ 2021 maka SMA Negeri 1 Mirit melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap
Muka (PTM) tahap 1 yaitu mulai tanggal 13 – 17 September 2021 dilanjutkan
simulasi PTM tahap 2 tanggal 20 – 24 September 2021.
Dengan penerapan protocol kesehatan yang ketat serta
kolaborasi antar pendidik/ tenaga pendidikan maka simulasi PTM dapat berjalan lancar.
Berdasarkan hasil evaluasi simulasi PTM maka SMA Negeri 1 Mirit melaksanakan
tahapan selanjutnya yaitu Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).
Selama PTMT, separuh siswa mengikuti PTMT dan separuh siswa
mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Hal ini menyebabkan guru harus
melaksanakan dua pembelajaran sekaligus pada jam pelajaran yang sama, yaitu
PTMT dan PJJ.
2.
Alasan
Melaksanakan Aksi
Ketika melaksanakan PTMT sekaligus PJJ, guru mengalami
dilemma etika. Di satu sisi, guru ingin melaksanakan pembelajaran yang sama
baik murid yang mengikuti PTMT maupun PJJ. Selain itu, setiap murid juga
mengerjakan tugas-tugas dengan kualitas dan kuantitas yang sama, baik yang PTMT
maupun PJJ. Hal ini sesuai dengan prinsip rasa keadilan (justice) dimana semua murid berhak medapatkan pembelajaran dan
tugas yang sama. Namun prinsip ini bertentangan dengan
rasa kasihan (mercy), mengingat perbedaan
kondisi pembelajaran antara PTMT dan PJJ.
Untuk siswa yang PTMT, lebih mudah menguasai materi maupun
memahami tugas yang harus dikerjakan. Hal ini karena peserta PTMT memperoleh
penjelasan dari guru secara detail dan maksimal. Sedangkan peserta PJJ belajar
mandiri, jika bertanya pun kadang terkendala sinyal dan persepsi. Dengan adanya
kendala yang dialami oleh peserta PJJ maka nilai yang diperoleh kurang optimal.
Hal ini bisa dilihat dari sebagian murid peserta PJJ yang tidak mencapai KKM.
3.
Hasil
Aksi Nyata
Untuk mengatasi hal tersebut, CGP melakukan beberapa hal. Langkah
pertama adalah CGP berdiskusi dengan rekan sejawat tentang bagaimana mengatasi
perbedaan pembelajaran PTMT dan PJJ. Selanjutnya CGP berkonsultasi dan
berkoordinasi dengan Kepala Sekolah.
Pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran merupakan
peran guru yang sering dilakukan. Pengambilan keputusan yang tepat akan
mengakomodir seluruh kepentingan pihak yang terlibat serta menciptakan lingkungan
yang positif, kondusif, aman, dan nyaman. Pengambilan keputusan yang tepat
diperoleh dengan 9 langkah pengujian dan pengambilan berikut ini.
1)
Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan
Pada dilemma
etika di atas, nilai yang bertentangan adalah keadilan (justice) lawan rasa kasihan (mercy). Guru seharusnya memberikan
pembelajaran dan tugas yang sama untuk setiap murid baik PTMT maupun PJJ. Apakah
guru memberikan penilaian yang sama untuk kondisi pembelajaran yang berbeda.
2)
Menentukan siapa yang terlibat
Pada dilema
ini, yang terlibat adalah guru dan murid.
3)
Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan
Materi pembelajaran dan tugas antara PTMT dan PJJ yang sama
secara kualitas dan kuantitas, tetapi perbedaan moda pembelajaran berpengaruh
terhadap pemahaman murid.
4)
Pengujian benar salah
a) Uji
legal.
Apakah
ada aspek pelanggaran hukum dalam situasi tersebut?
Berdasarkan
uji legal, tidak ada pelanggaran hokum dalam kasus tersebut.
b)
Uji regulasi.
Apakah
ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut?
Pada
kasus tersebut tidak ada pelanggaran peraturan/kode etik.
c)
Uji intuisi.
Berdasarkan
perasaan dan intuisi Anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini?
Pada
kasus tersebut mungkin ada hal-hal yang akan membuat guru dicurigai. Apabila
ada murid yang kritis maka akan protes jika mendapatkan tugas yang sama antara
peserta PTMT dan PJJ.
d)
Uji halaman depan koran.
Apabila
keputusan tersebut dipublikasikan di halaman depan koran, apakah merasa
nyaman?
Jika
permasalahan tersebut dipublikasikan baik di koran ataupun menjadi konsumsi
masyarakat, merasa tidak nyaman karena akan mencoreng nama baik sekolah
e)
Uji panutan.
Kira-kira,
apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola dalam situasi ini?
Kemungkinan
besar, panutan/idola saya juga akan memberikan materi pembelajaran dan
tugas antara PTMT dan PJJ yang sama secara kualitas dan kuantitas.
5)
Pengujian paradigma benar lawan benar
Pada dilemma etika tersebut, paradigma yang terjadi adalah
6)
Prinsip resolusi
Berdasarkan penyelesaian dilemma etika, prinsip yang digunakan
adalah berpikir berbasis peraturan.
7)
Investigasi opsi trilema
Guru memberikan scaffolding bagi peserta PJJ, baik dalam
pemahaman materi maupun pemahaman tugas
8)
Membuat keputusan
Keputusan yang diambil adalah guru tetap memberikan penilaian
dan tugas yang sama antara peserta PTMT dan PJJ. Selain itu, guru menyiapkan scaffolding
bagi peserta PJJ diantaranya adalah catatan yang samadengan peserta PTMT.
9)
Melihat kembali keputusan
Keputusan yang diambil sudah tepat,yaitu penilaian dan tugas
yang sama antara peserta PTMT maupun PJJ dan memberikan scaffolding bagi pserta
PJJ.
B. PERASAAN (FEELINGS)
Melalui kegiaatan aksi
nyata ini, CGP merasa tertantang dalam mengambil keputusan untuk kasus dilema etika
yang dihadapi. Dalam pengambilan keputusan, kita harus bisa bersikap adil
meskipun rasa kasihan mempengaruhi. Dengan pengambilan keputusan yang tepat, maka
berbagai pihak yang terlibat akan terakomodir. Selain itu, CGP juga merasa
senang karena mulai menerapkan ilmu yang telah dipelajari.
C. PEMBELAJARAN (FINDING)
Pembelajaran
yang diperoleh dari kegiatan aksi nyata ini adalah bahwa sebagai pemimpin
pembelajaran dalam pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan berdasarkan
naluri atau aturan saja akan tetapi juga perlu dengan mempertimbangkan kondisi
pembelajaran. Guru harus menyiapkan scaffolding, agar jika diperlukan sudah
siap untuk diberikan.
D. PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Penerapan pengambilan
keputusan pada kasus yang mengandung dilema etika mempertimbangkan 4 paradigma,
3 prinsip, dan dianalisis dengan 9 pengujian pengambilan keputusan yang terus
diasah dan dipraktikkan di sekolah. Kemudian direfleksikan dengan melibatkan
kepala sekolah, rekan sejawat, serta murid sebagai bagian yang paling terdampak
dari keputusan yang kita ambil.
E. DOKUMENTASI
Mantafffff....
ReplyDeleteDilema Etika vs Bujukan Moral terjawab sudah.
Kereeen Mb Nita. Semangat!!!!
ReplyDelete