PGP-2-Kabupaten Kebumen-Nita Rulianah-Aksi Nyata Paket Modul 3.


PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN JIWA KEWIRAUSAHAAN MURID



 

Oleh

Nita Rulianah CGP Angkatan 2

SMA Negeri 1 Mirit, Kab. Kebumen, Jawa Tengah

 

Pendamping Praktik      : Bambang Cahyono,S.Sn.,M.Pd.

Fasilitator                      : Suhartutik Alawiyah, M.Pd.


 

A.     Peristiwa (Fact)

1.        Latar Belakang

Kewirausahaan merupakan salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh muridsebagai bekal menghadapi tantangan zaman. Pada era globalisasi ini, persaingan antar negara sangat ketat. Dengan memiliki jiwa kewirausahaan maka akan mampu bersaing terutama pada dunia usaha.

SMA Negeri 1 Mirit dimana lulusannya sebagian besar orientasinya bekerja, maka murid perlu dibekali dengan jiwa kewirausahaan. Salah satu program yang mengakomodir peningkatan jiwa kewirausahaan murid adalah “Program Kewirausahaan sebagai upaya peningkatan jiwa kewirausahaan murid”.

Salah satu kategori kepemimpinan sekolah yang harus dimiliki oleh CGP yaitu kategori memimpin pengembangan sekolah dengan kompetensi melibatkan orang tua dan komunitas dalam pengembangan sekolah. Untuk mencapai kompetensi tersebut, sekolah melibatkan orang tua/wali murid dalam program sekolah. Salah satu program sekolah yang menyediakan peran yang dapat dipilih orang tua/wali murid dan komunitas adalah “Program Kewirausahaan Sebagai Upaya Peningkatan Jiwa Kewirausahaan Murid”. Sekolah memberikan kesempatan kepada orang tua/ wali murid sebagai penyuplai bahan baku pada kegiatan tersebut.

 

2.      Aksi Nyata CGP

a.      Penentuan program yang berdampak pada murid

SMA Negeri 1 Mirit memiliki beberapa program yang berdampak pada murid diantaranya program Adiwiyata, Program Kewirausahaan dan Ekstrakurikuler Bahasa Asing (Mandarin), Pariwisata, Kuliner dan setir mobil. Adanya pandemic berdampak pada pelaksanaan program-program tersebut.

Saya bersama rekan Calon Guru Penggerak, berkolaborasi dalam menentukan pemilihan program yang berdampak pada murid. CGP memilih program kewirausaan karena program ini bisa dilaksanakan di era pandemic. Selain itu, program ini juga diminati siswa yang dibuktikan oleh keaktifan murid pada program tersebut baik secara daring maupun luring.

Koordinasi antar CGP

 

b.      Konsultasi dan koordinasi dengan Kepala Sekolah

CGP menyampaikan kepada Kepala Sekolah mengenai pentingnya program yang berdampak pada murid beserta perlunya pelibatan orang tua/ komunitas. Salah satu program yang mengakomodir hal tersebut adalah program kewirausahaan. Untuk itu, CGP bertekad untuk turut serta mensukseskan program kewirausahaan melalui  hal-hal berikut:

1)       Mengupayakan program agar berjalan sesuai jadwal

2)      Terlibat dalam setiap tahap kegiatan program

3)     Memotivasi tim dalam pelaksanaan program

4)     Memberikan ide/gagasan untuk bagian yang masih perlu dimaksimalkan.

Konsultasi dan Koordinasi CGP dengan Kepala Sekolah

c.      Sosialisasi dan koordinasi dengan rekan sejawat

Berdasarkan rekomendasi dari Kepala Sekolah, maka kedua CGP melakukan sosialisasi sekaligus koordinasi dengan rekan sejawat pada saat rapat koordinasi sekolah yaitu pada hari Senin tanggal 18 Oktober 2021.

Rekan sejawat memberikan respon positif terhadap peran CGP pada program kewirausahaan. Mereka berharap program kewirausahaan dapat berjalan sesuai time schedule dan mampu menanamkan jiwa kewirausahaan bagi murid. Selain itu juga program kewirausahaan mampu membekali murid dengan kecakapan hidup/ life skills. Rekan sejawat juga memberikan masukan agar CGP mampu menjadi motor penggerak bagi komunitas SMA Negeri 1 Mirit.

 

Sosialisasi dan Koordinasi dengan Rekan Sejawat

d.      Koordinasi dan kolaborasi dengan orang tua/wali murid sebagai penyuplai bahan baku dan pengolahan awal bahan baku

Melinjo merupakan bahan pangan yang melimpah di sekitar SMA Negeri 1 Mirit. Banyak orang tua/ wali murid berkecimpung dalam pengolahan melinjo menjadi emping, baik sebagai penyedia melinjo, buruh nuthuk emping maupun sebagai pengepul emping.  Hal ini merupakan peluang bagi orang tua/wali murid yaitu sebagai penyuplai bahan baku program kewirausahaan.

Sekolah menjalin kerjasama dengan orang tua/wali murid dalam rangka pelaksanaan program kewirausahaan. Orang tua/ wali murid menjadi penyuplai bahan baku yaitu melinjo. Melinjo yang disediakan merupakan melinjo yang sudah dikuliti dan siap untuk diolah menjadi emping.

Murid mengolah bahan baku awal yaitu melinjo menjadi emping. Proses pengolahan awal dimulai dengan penyangraian melinjo menggunakan wajan tanah dengan media pasir. Penggunaan pasir bertujuan agar panas diterima melinjo secara merata. Setelah melinjo cukup panas, kemudian cangkang melinjo dipecah untuk mengeluarkan biji melinjo. Selanjutnya, melinjo digeprek dengan alas dan palu khusus. Emping kemudian dijemur sesuai kebutuhan.

Hal ini menunjukkan peran orang tua/ wali murid sebagai pendukung program yang berdampak pada murid yaitu program kewirausahaan. Selain itu, program ini juga menunjukkan peran orang tua/wali murid dalam pengembangan sekolah.

 

 Orang Tua sebagai penyuplai bahan baku emping

 

Pengolahan bahan baku menjadi bahan mentah di rumah orang tua siswa

 


Pengolahan bahan baku didampingi CGP dan pengampu kewirausahaan

e.      Pelaksanaan Standarisasi Produk

Ada beberapa tahapan standarisasi produk yaitu sosialisasi program pada standarisasi produk murid, pengolahan bahan pangan, presentasi dan pengolahan produk sesuai masukan.

1)       Sosialisasi standarisasi produk

Kegiatan sosialisasi standarisasi produk bertujuan untuk menyamakan persepsi antara tim kewirausahaan dan peserta mengenai mekanisme dan hasil yang diharapkan. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Oktober 2021, dihadiri oleh Tim Kewirausahaan, CGP dan murid yang terpilih dengan produk pangan lokal terbaik. Masing-masing rombel terpilih 3 kelompok sehingga semua ada 9 kelompok dengan jumlah total 55 murid.

Pada kegiatan sosialisasi sekolah menyampaikan tujuan dari program kewirausahaan serta rangkaian kegiatan program kewirausahaan yang meliputi :

a.      Standarisasi produk pangan lokal

b.      Presentasi produk pangan lokal

c.      Pengemasan dan pemasaran

Sosialisasi dilanjutkan dengan koordinasi antara pengampu kewirausahaan dengan peserta berkaitan ketentuan standarisasi produk pangan lokal.


Sambutan Kepala Sekolah diwakili oleh Waka Kurikulum

 


Koordinasi peserta kelas X dan XI

 


Koordinasi peserta kelas XII

 

2)      Pengolahan produk pangan lokal

Pengolahan produk pangan lokal dilakukan di sekolah dalam pengawasan pengampu kewirausahaan. Kegiatan dilakukan mulai hari jumat tanggal 22 Oktober sampai hari selasa tanggal 26 Oktober 2021.

Tahap pengolahan yang dilakukan meliputi penggorengan emping, pengolahan emping dengan varian rasa dilanjutkan pengemasan. Peserta Kewirausahaan tampak antusias dan bersemangat dalam melakukan pengolahan dan pengemasan bahan pangan. Hal ini karena siswa dapat mengekspresikan diri melalui pilihan rasa serta desain stiker produk.

 



Penggorengan Emping


 Bumbu emping pedas manis



Pemberian rasa pada emping


Varigata Emping pedas manis

Produk Kewirausahaan SMA N 1 Mirit

 

3)     Presentasi standarisasi produk

Kegiatan presentasi standarisasi produk dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 Oktober 2021. Sebanyak 9 kelompok peserta program kewirausahaan mempresentasikan produknya di hadapan dewan guru dan karyawan SMA Negeri 1 Mirit. Dewan guru dan karyawan berperan sebagai tester dan pemberi apresiasi serta masukan pada produk pangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan kemandirian peserta serta  melatih mental siswa untuk presentasi dihadapan publik. Selain itu, pengetesan rasa bertujuan untuk menemukan komposisi yang tepat untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya jual.

Peserta melakukan presentasi yang meliputi latar belakang, alat bahan dan cara pengolahan. Produk makanan kemudian diuji coba oleh Dewan Guru dan Karyawan. Selanjutnya diberikan masukan baik dari penampilan, rasa maupun kualitas produk pangan.

Dari semua produk pangan yang dipresentasikan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

a.      Presentasi siswa sudah cukup baik dan lancar. Hal ini termasuk salah satu pembelajaran pada siswa dalam presentasi dihadapan publik.

b.      Dewan guru karyawan merasa antusias dalam melakukan uji produk maupun memberikan masukan.

c.      Penampilan produk pangan sudah cukup baik dan menarik tetapi stiker kurang besar serta ada remah-remah/bumbu yang berlebihan.

d.      Warna produk makanan menarik tetapi masih ada yang terlalu tajam, ke depannya dipilih perasa yang warnya lebih lembut.

e.      Sebagian besar produk rasanya sudah pas, tetapi ada yang bumbunya kurang merata sehingga perlu teknik pengolahan yang tepat.

 

Sambutan oleh Penasihat Tim Kewirausahaan

Presentasi produk oleh peserta program kewirausahaan

 

Penilaian produk oleh dewan guru dan karyawan

 

4)     Perbaikan pengolahan produk

Tahapan berikutnya adalah perbaikan pengolahan produk oleh peserta dan diawasi oleh pengampu kewirausahaan yang dilakukan pada tanggal 3 – 5 November 2021. Perbaikan dilakukan berdasarkan masukan dari Dewan Guru dan Karyawan baik mengenai penampilan, warna maupun rasa produk pangan.

Hasil dari perbaikan pengolahan produk menunjukkan peningkatan kualitas maupun penampilan. Dengan demikian, hasil standarisasi produk yang dilakukan sudah sesuai kriteria yang ditetapkan oleh tim kewirausahan.

 

 

 

 

B.     Perasaan (Feelings)

Perasaan yang dirasakan CGP pada pelaksanaan kegiatan Aksi Nyata Program Sekolah yang berdampak pada murid yaitu Program Kewirausahaan SMA Negeri 1 Mirit adalah sebagai berikut:

1.        CGP merasa antusias karena mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari modul yang telah dipelajari.

2.      CGP merasa senang karena menjalin kolaborasi dengan tim kewirausahaan, rekan sejawat, siswa serta orang tua/wali murid. CGP mendapat kesempatan mengamati secara langsung proses pengolahan melinjo menjadi emping mentah dan pengolahan emping mentah menjadi emping dengan berbagai varian rasa. Pada saat presentasi standarisasi produk, terjalin suasana yang menyenangkan antara CGP, rekan sejawat serta tim kewirausahaan dalam menentukan standar produk serta pengujian produk.

 

C.     Pembelajaran (Finding)

Banyak pembelajaran yang diperoleh CGP melalui kegiatan aksi nyata ini diantaranya:

1.        CGP dapat melakukan kerjasama dengan orang tua/ wali murid dalam rangka upaya pengembangan sekolah.

2.      CGP menjalin kolaborasi dengan rekan sejawat dalam mencapai tujuan program kewirausahaan.

3.      CGP mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan produk pangan emping baik pengolahan melinjo menjadi emping serta pengolahan emping rasa.

4.      CGP menerapkan perannya yaitu mewujudkan kepemimpinan murid. Murid diberi kesempatan untuk mandiri dalam penentuan varian rasa, pengolahan produk maupun presentasi.

 

D.     Penerapan ke depan (Future)

Berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari aksi nyata, ke depannya CGP akan melaksanakanhal-hal berikut:

a.      Menjalin kolaborasi dengan rekan sejawat dalam mencapai tujuan suatu program.

b.      Menjalin kerjasama dengan orang tua/ wali murid dalam berbagai program sekolah.

c.      Memberikan kesempatan pada murid untuk mewujudkan kepemimpinan murid dalam berbagai program sekolah.

d.      Memanfaatkan asset sekolah seoptimal mungkin untuk meningkatkan pembelajaran yang berdampak pada murid.

e.      Rencana perbaikan program Kewirausahaan di tahapan berikutnya adalah:

1)       Memantapkan koordinasi antara CGP, tim kewirausahaan dan rekan sejawat

2)      Mengembangkan produk pangan lokal selain emping, misalnya yang berbahan baku singkong, jagung dan jambu kristal.

3)     Menggunakan bahan aditif makanan yang berstandar nasional (SNI)

4)     Melaksanakan program kewirausahaan selanjutnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan yaitu Pelatihan Pengemasan dan Pemasaran Produk.

 






Comments